Apa itu Bitcoin?
Apa itu Bitcoin?
Era digitalisasi teknologi telah melahirkan Bitcoin sebagai mata uang baru yang menggairahkan bagi masyarakat dunia. Dia menjadi alternatif untuk melengkapi kebutuhan transaksi keuangan di level global yang mendambakan kemudahan, efisiensi dan keamanan.
Pengertian bitcoin
Bitcoin adalah mata uang digital yang paling populer saat ini. Hal itu ditunjukkan dengan kapitalisasi pasar dan nilainya yang kian meningkat. Saat ini, bitcoin merupakan aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar nomor satu
Bitcoin disebut-sebut sebagai keajaiban baru di abad millenium. Dari sebuah kode progam matematika perangkat sistem komputer, Bitcoin kemudian berhasil menobatkan diri sebagai mata uang universal. Bitcoin memenuhi syarat-syarat sebagai uang karena bersifat tahan lama, langka, bisa dibagi, dan bisa dikenali. Pada akhirnya yang terpenting untuk sebuah komoditas agar memperoleh pengakuan sebagai uang adalah kepercayaan dan penerimaan masyarakat. Yah, syaratnya sebuah konsensus umum. Pun masyarakat mengakui kertas, logam, emas, berlian, reksadana, saham dan komoditas lain sebagai sebuah kekayaan juga karena sebuah konsensus semata.
Laiknya uang, maka Bitcoin pun dapat digunakan sebagai alat tukar, alat satuan hitung, alat bayar, alat pembentukan dan pemindahan modal serta alat penimbun kekayaan. Bitcoin mengalami akselerasi fungsi menakjubkan dari sekadar produk teknologi menjadi ‘berhala’ kekayaaan. Tak sedikit umat dunia memercayai Bitcoin akan menjadi mata uang masa depan yang unggul dan digdaya.
Bitcoin memang telah menangkap peluang pasar dengan begitu baik. Tren peningkatan pengguna internet di seluruh dunia menjadi momen strategis kehadiran Bitcoin. Khususnya dengan perkembangan potensi bisnis e-commerce global yang mendorong masyarakat global melakukan transaksi perdagangan lintas negara.
Dalam era perdagangan global, publik membutuhkan basis penukaran yang lebih mudah, cepat, aman, transparan, efisien, dan paling penting dipercaya. Mereka percaya teknologi ini mampu menggantikan sistem teknologi perbankan yang membutuhkan sumber daya, memakan biaya sangat besar, menelan waktu lama dan rentan koreksi human error dalam mencatat semua transaksi keuangan dunia. Bitcoin dipandang lebih praktis dan pas sebagai sebuah opsi alternatif mata uang digital.
Temuan kode-kode program kriptografi Satoshi Nakamoto tersebut dapat mewakili kepentingan masyarakat tentang kebutuhan medium transaksi publik yang non konvensional.
Bitcoin merupakan pengembangan konsep cryptocurrency yang menggagas dan merekomendasikan konsep tentang bentuk baru uang menggunakan kriptografi untuk mengontrol pembuatan dan merealisasikan transaksi tanpa melalui bayang-bayang kekuatan otoritas dan sentralisasi sistem. Bitcoin tersebut diproses dalam Application-Specific Integrated Circuit atau disingkat ASIC yang memang berfungsi untuk mencari koin baru melalui proses penambangan serta membantu proses transaksi Bitcoin di seluruh dunia.
Satoshi Nakamoto merancang bitcoin sebagai sistem teknologi yang terdesentralisasi di tangan anggota-anggotanya. Tidak ada satu lembaga atau perantara yang mampu mengendalikan pun mengintervensi laju kriptografi alamiah dan digitalisasi permintaan dan penawaran transaksi Bitcoin di tengah pasar.
Semua berjalan berdasarkan hukum kepercayaan, dan kepercayaan lah yang menjadi underlying transcation dari Bitcoin. Kepercayaan atas Bitcoin pula yang kemudian mengerakkan penawaran (supply) dan memuluskan permintaan (demand) produk tersebut secara berkesinambungan.
Sementara mata uang konvensional dunia selalu memiliki sebuah otoritas moneter yang mengatur dan mengelola yaitu Bank Sentral yang berdiri di tiap-tiap negara. Bank Sentral berperan pula mengordinasikan jaringan perbankan dan lembaga keuangan yang beroperasi pada wilayah masing-masing. Industri keuangan menjadi sebuah ekosistem megah nan gemuk tempat berhimpunnya institusi yang berupaya mereguk modal dan keuntungan dari dinamika kegiatan ekonomi masyarakat.
Jaringan integrasi industri keuangan yang modern, luas, serta berbasis kepadatan tenaga SDM membuat sistem interkoneksitas global semakin rumit dan membutuhkan modal pengembangan selangit dalam pengelolaan dan pemeliharaan alur lalu lintas intensitas ekonomi dunia yang semakin sibuk dan massif.
Tak mengenakkannya, karena biaya pengembalian modal atas investasi jaringan teknologi tersebut kemudian dibebankan kepada konsumen pengguna jaringan jasa keuangan. Tentu saja semakin hari semakin mahal pula isi kantong yang harus dirogoh untuk bertransaksi dalam model lembaga keuangan konvensional tersebut.
Teknologi Bitcoin menjawab persoalan tersebut dengan lebih mudah dan sederhana. Mekanisme kerja Bitcoin berdasarkan peer to peer tanpa menggunakan server sehingga semua pengguna Bitcoin saling terkoneksi satu sama lain secara otomatis dengan menggunakan sistem Blockchain. Jaringan peer-to-peer (P2P) merupakan salah satu model jaringan komputer dimana setiap station atau komputer yang terdapat di dalam lingkungan jaringan tersebut bisa saling berbagi.
Dalam jaringan ini tidak ada komputer yang berfungsi khusus, semua komputer dapat berfungsi sebagai klien dan server secara bersamaan. Jaringan peer-to-peer dapat dimaknai sebagai kolaborasi tanpa adanya pusat kontrol atau server. Tidak ada penguasaan dan kepemilikan mutlak dalam Bitcoin. Sistem kinerja Bitcoin yang terbuka dan demokratis, memberikan keleluasaan istimewa bagi semua pengguna Bitcoin di seluruh dunia mengedalikan kinerja jaringan bersama. Jaringan tetap akan aman meskipun tidak semua pengguna dapat dipercaya.
Oleh karenanya, setiap data transaksi yang dilakukan di masa lampau hingga yang terjadi saat ini tersimpan di semua peer seluruh jaringan. Data tersebut teradministrasikan berdasarkan urutan kronologis transaksi. Setiap transaksi harus diverifikasi oleh sejumlah peer baru dinyatakan valid.
Dengan model kerja dan konsep jaringan teknologi seperti itu, setiap transaksi berlangsung lebih cepat tanpa mengeluarkan biaya seperserpun dalam settlement process-nya. Keunggulan utama Bitcoin dengan sistemnya blockchain-nya dibanding mata uang tradisional memang dalam kemudahan pengiriman ke mana pun di seluruh dunia.

Comments
Post a Comment